Saturday, March 6, 2010

Mahasiswa Calon Guru Musik Finlandia Kuasai Gamelan

Helsinki - Mahasiswa calon guru musik Finlandia ini antusias menekuni musik gamelan. Jangan kaget kalau suatu saat kelak partitur musik gamelan hanya bisa dimainkan oleh musisi asing.

Tidak seperti biasanya, sore itu di seluruh ruang KBRI Helsinki menggema dentingan metallophone, gambang, gendang dan gong gamelan Jawa nan syahdu, yang mampu membawa angan ke masa kejayaan Nusantara masa lalu.

Setiap orang yang mendengar tabuhan dan dentingan melodi gamelan tersebut pasti menyangka ada sebuah pertunjukkan gamelan di KBRI Helsinki. Namun siapa nyana, ternyata yang memainkan irama gending tersebut adalah para mahasiswa Finlandia.

Sebanyak sepuluh mahasiswa Fakultas Pendidikan Musik, Sibelius Academy Finlandia, melakukan latihan praktik seni musik karawitan di Ruang Gamelan KBRI Helsinki, 4/3/2010.

Mereka melakukan latihan praktik karawitan dengan mempelajari dan membawakan tiga buah gending, yakni Kebo Giro dengan laras slendro dan pelog, Ladrang Pangkur, dan Sampak.

"Latihan praktik tersebut merupakan kelanjutan dari kuliah teori dasar seni musik tradisional Indonesia, yang diberikan oleh Reijo Lainela, 25/2/2010 lalu," tutur Sekretaris III Andy Aron kepada detikcom, Jumat (5/3/2010).

Dalam kuliahnya, selain memaparkan sekilas sejarah musik tradisional Indonesia, teori musik gamelan, dan pengenalan konsep dan peralatan musik klasik Jawa serta Bali, Lainela juga memaparkan seni wayang kulit, gamelan Bali, serta filsafat musik tradisional Indonesia.

Di akhir latihan praktik karawitan tersebut, Lainela yang sehari-hari adalah staf lokal KBRI Helsinki, juga memperkenalkan seni pedalangan Jawa dengan peralatan wayang kulit Purwa.

Sibelius Academy merupakan satu-satunya akademi musik yang menawarkan pendalaman ilmu dan riset di bidang musik di Finlandia. Nama Sibelius Academy juga dikenal sebagai salah satu akademi musik terbaik di Eropa, khususnya di belahan Utara Eropa.

Lebih dari 1400 mahasiswa menimba ilmu musik di akademi tersebut. Lulusan Sibelius Academy banyak yang menjadi seniman musik ternama dunia. Bahkan, diantara lulusan tersebut banyak menjadi tenaga guru musik yang handal.

Menurut Andy, pengenalan musik tradisional Indonesia kepada kalangan mahasiswa perguruan tinggi di Finlandia merupakan salah satu wujud upaya aktif KBRI Helsinki dalam memanfaatkan soft power diplomasi Indonesia, yakni dengan upaya mempromosikan kekayaan khasanah seni dan budaya Indonesia di negara akreditasi.

Dalam praktik karawitan tersebut, kesepuluh calon guru musik menunjukkan minat dan apresiasi mendalam terhadap keanekaragaman seni tanah air. Hal ini ditunjukkan dengan keseriusan dan ketekunan mereka dalam memainkan gending karawitan yang dikenal cukup rumit.

"Pengalaman menunjukkan bahwa pengalaman baik yang diterima oleh kalangan masyarakat setempat terhadap seni budaya Indonesia kerap kali menjelma menjadi agen diplomasi yang efektif," demikian Andy.

Eddi Santosa - detikNews
(es/es)