Bonny Island adalah sebuah pulau kecil yang terletak diwilayah barat laut Nigeria yang pupulasi penduduknya hanya ribuan jiwa saja. Di pulau ini terdapat dua wilayah pemukiman utama yaitu Bonny town dan Finima town, selain di dua tempat tersebut masih ada lagi beberapa kelompok kecil penduduk yang tinggal didesa-desa pinggiran pemukiman utama.
Bonny town merupakan desa terpadat dipulau Bonny, tetapi keadaannya sangat tidak teratur, baik lalu lintas maupun bangunan2 yang ada, secara umum kondisinya sangat kumuh dan kotor apalagi pasarnya, jorok!. Sebagian besar jalanan yang ada masih berupa tanah atau bebatuan. Bangunan2 yang ada rata-rata kondisinya sangat jelek baik desain maupun kualitasnya, keliatan bahwa bangunan disini samasekali tidak menggunakan rancangan pada waktu mendirikannya, secara umum situasi Bonny town seperti desa terpencil di Indonesia pada tahun 60an!.
Sedangkan Finima town lebih parah lagi, disamping lebih kecil wilayahnya juga tingkat kekumuhannya lebih memprihatinkan dibandingkan dengan Bonny town. Penjual lapak tersebar dimana-mana, penjual makanan menggelar dagangannya dipinggir jalan dengan begitu saja, sama sekali mengabaikan masalah kebersihan, kotor dan maaf, menjijikkan.
Begitulah keadaan kedua desa yang ada di Bonny Island.
Selain bahasa lokal, sehari-hari mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris karena dulunya negara ini memang bekas koloni Inggris.
Ketika pertama kali mendarat di Bonny Island, sambutan mereka sungguh luar biasa, mereka begitu ramah dan antusias menyambut rombongan kami, seperti kata2 :"Hello masta (maksudnya mister), how are you, welcome to Nigeria" atau "Hello brother, how's your journey, everything ok?" atau "Hello my friend, how's your family..." dlsb. pokoknya hangat, sangat bersahabat, menyenangkan, dengan senyum lebarnya sambil menjabat tangan kita, bahkan mereka juga mencoba untuk membantu barang bawaan kita, wah hebat nih, kok beda jauh sama yang di Indonesia pada jadi bandar sabu2 dan bisnis kotor lainnya, begitu pikir saya.
Tapi jangan salah, rupanya dibalik itu semua ada maunya, karena setelah mengucapkan kata2 ramah tadi, belakangan mereka akan mengucapkan kalimat2 susulan seperti misalnya : "What do you bring for me my friend?" atau "Anything for your brother mister?”, “Do you have something for your boy or for your man or as a friend?" dlsb. yang intinya adalah minta sesuatu dari kita, bahkan barang yang kita pakai saja semisal jam tangan, kacamata, topi, bahkan cellphone atau mp3 player atau apapun, tanpa segan2 mereka berusaha untuk memintanya sebagai “souvenir” atau sebagai "tali persahabatan".
Dan kalimat2 tersebut tanpa bosen2 dan tanpa malu2 selalu diucapkan disetiap kesempatan khususnya apabila kita baru datang dari bepergian, apalagi kalo ada yang baru kembali dari cuti. Memang sih mereka nggak maksa dan bukannya kita pelit, dan kalo yang ngomong gitu cuman satu dua orang sih mending, lha ini hampir setiap orang yang ditemui ngomong begitu, dimanapun, kenal atau nggak kenal, apa nggak risih!
Sehingga akhirnya setiap kali kembali dari cuti, sebelum mereka sempet ngomong, saya yang mendahului ngomong seperti mereka. Ngakak-lah mereka, rasain…!
Tetapi tentu saja ada beberapa kelebihan yang mereka miliki, terutama fisiknya, rata-rata postur orang Nigeria tinggi besar, banyak yang tubuhnya atletis, tapi banyak juga “kelebihan” yang laennya misalnya, makannya banyak, kalo ngomong suaranya kenceng dan intonasinya kasar sehingga dulu ketika masih baru saya sering terkejut2 saya pikir ada orang berantem, eh ternyata mereka cuma lagi ngobrol “biasa”!
Terus ada lagi, kalo di Indonesia umumnya orang jalan kaki ditempat panas selalu pake payung, kalo mereka enggak! Jadi meskipun panasnya luar biasa, mereka tetep saja berjalan dengan santainya dibawah terik matahari yang menyengat tanpa payung, nggak peduli mereka itu laki2, perempuan atau anak2 sekalipun. Begitu juga kalo hujan, mereka juga cuek, kalo hujannya nggak kelewat deres tetep aja mereka berjalan lenggang kangkung sampe basah kuyup seakan2 tidak merasakannya!
Yang sangat menjijikkan adalah sering ditemuinya laki-laki yang buang air kecil sembarangan, ditempat umum yang ramai, cuek saja, tetapi keliatannya bagi mereka hal itu adalah hal lumrah. Bukan cuma di Bonny, di Port Harcourt bahkan di Lagos-pun sering ditemui pemandangan seperti itu.
Ada lagi yang perlu diketahui bagi yang berniat untuk mengunjungi Nigeria (kalo ngga ada urusan bisnis sebaiknya ngga usah deh…), yaitu: Jangan sekali2 mengambil foto ditempat umum, baik mengambil gambar gedung misalnya, apalagi memotret orang, baik sengaja maupun tidak! Ini pernah saya alami dan nyaris merupakan malapetaka.
Waktu itu saya sering bepergian ke Port Harcourt, kota terdekat dari Bonny Island, waktu itu kami para expat masih diperbolehkan untuk bepergian kesana (meski harus selalu dikawal oleh mopol/brimob, sekarang tidak boleh lagi karena maraknya kasus penculikan orang expat).
Seperti biasa, kalo kemana2 biasanya saya membawa kamera, apalagi ini dinegeri orang, jadi ingin motret ini motret itu sekedar untuk kenang2an pikir saya. Tapi pas lagi asik mengarahkan kamera untuk megambil gambar yang menurut saya menarik, tiba2 saya didatangi beberapa orang dengan tampang sangar, sambil marah mereka membentak : "What are you doing here?", "Who are you, why you snap in this area?", "Give me your camera!" Kira2 begitulah omongan mereka.
Wah... panik juga saya! Untung waktu itu dikawal polisi, akhirnya polisi itulah yang menghadapi, menjelaskan dan memintakan maaf kepada mereka, wah rame! Mereka otot2an pake bahasa yang tidak saya mengerti mengerti, lama pula, wah kaco juga nih! Akhirnya orang2 tadi mengalah, tapi ternyata bukan mengalah begitu saja karena ujung2nya saya harus mengeluarkan uang sebesar 2.000 Naira (sekitar 140ribu rupiah) sebagai tanda permintaan maaf dan damai! Fuihhh...!!!
Terus terang sampai sekarang saya nggak tau alasan mereka kenapa orang asing nggak boleh motret ditempat umum!
Nah, kota Port Harcourt kalo di Indonesia kira2 hampir sebesar kota Semarang, lalu-lintasnya padat dan amat sangat semrawut, hampir diseluruh kota jalanannya kotor, kualitas aspal maupun betonnya sangat jelek, pengaturan jalur lalu lintasnya juga ruwet dan membingungkan, timbunan sampah tersebar dimana-mana dan banyak lokasi yang bau sampahnya sangat menyengat, udaranya panas berdebu, kalo hujan becek dimana-mana, pedagang kaki lima tersebar hampir diseluruh penjuru kota tetapi keadaannya semrawut nggak teratur, pedagang asongan buanyaknya minta ampun, ngeliatnya ngeri sendiri karena mereka sangat agresif menawarkan barang dagangannya kepada setiap penumpang kendaraan.
Port Harcourt adalah kota ketiga terbesar di Nigeria setelah Abuja dan Lagos.
Meski cukup banyak gedung bertingkat tetapi kondisinya tak lebih baik dari Bonny town, hanya Port Harcourt ini lebih luas. Bangunan gedung2 disepanjang jalan utama rata2 desainnya jelek dan norak, bahkan gedung baru-pun ngga ada yang keliatan menarik, sedangkan bangunan2 yang lama kondisinya rata-rata sangat kotor.
Hotel paling bagus yang ada di Port Harcourt levelnya cuma sampai bintang tiga, tetapi meskipun bintang tiga ternyata kualitas, baik bangunan, makanan maupun pelayanannya jauh dibawah hotel bintang tiga yang ada di Indonesia!
Satu hal yang sangat umum di Nigeria, adalah kebiasaan mereka yang tanpa malu-malu suka minta uang atau apapun kepada orang asing yang ditemui.
Tetapi ini ada kebiasaan yang bagus dari orang Nigeria dan patut ditiru oleh kita, yaitu masalah berkendara di jalanan. Ini bukan masalah mereka lebih disiplin daripada orang kita dalam hal berlalu-lintas, tetapi lebih dari sikap mereka yang sangat toleran terhadap pengendara lainnya.
Contoh: Di Indonesia (apalagi di Jakarta), kalo anda memotong jalur orang dengan kasar (hampir menyerempet misalnya), bisa jadi hal ini akan jadi urusan serius, bahkan mungkin bisa berantem, akan tetapi disini tidak, umumnya mereka hanya mengembangkan kedua tangannya sambil mengucapkan "Why…???!!!" sambil melotot, tapi ya udah gitu doang…
Bahkan beberapa kali pernah saya melihat mobil yang mengalami serempetan sehingga salah satu mobil penyok, tapi mereka hanya otot2an sebentar sesudah itu ya sudah, mereka sama2 pergi tanpa memperpanjang urusan. Makanya jangan heran kalo di Nigeria anda akan sering melihat mobil yang masih baru, atau mobil yang catnya masih kinclong2 tapi sudah penyok disana-sini, nggak peduli itu mobil Mercy, BMW atau mobil2 merek bagus lainnya.
Catatan: Merk mobil yang banyak beredar di Nigeria adalah mobil2 keluaran Eropa, bukan Jepang, ini dikarenakan Eropa lebih dekat dari Nigeria sehingga mungkin harga mobil Eropa lebih murah daripada harga mobil dari Jepang.
Pernah juga saya melihat ada tabrakan motor dimana sampai kedua2nya terpelanting dan motor mereka juga rusak, tapi lagi2 mereka sama sekali nggak berantem, cuma ngomong2 sebentar, itupun nggak sambil marah2, seterusnya mereka malah cuma sibuk ngurusin motor masing2, habis itu mereka trus pada ngeloyor sendiri-sendiri! Pak polisi yang menangani kejadian itupun juga nggak repot minta surat ini itu ke mereka, ya udah bubar begitu saja.
Berbeda dengan di Indonesia kan? Kadang2 hanya karena srempetan kecil saja seringkali orang kita lebih senang membuang2 waktu dan energi untuk otot2an dan ditonton orang banyak ditempat umum!
Namun demikian menurut pengalaman saya, secara umum karakter orang Nigeria bisa disimpulkan sebagai berikut : Keras, kasar, ngga ada sopan santun, ngga mengenal basa basi, ngga punya malu, pemalas tapi yang diomongin duit mulu, tukang bohong, pembual, sombong bagi yang beduit, nggak menepati janji, licik, sering menipu, bahkan mencuri dan tindakan kriminal lainnya. Pejabat pemerintah lokal, imigrasi dan pejabat bea cukai kerjanya sering memeras… Maaf, inilah yang saya amati selama sekian tahun hidup dan bergaul ditengah-tengah mereka!
Tentu saja tidak semuanya seperti itu, masih ada beberapa gelintir yang baik, beda dengan yang saya gambarkan diatas, namun itu sangat langka!. Sekali lagi, ini secara umum.
Nah untuk episode ke 2 perjalanan ke Nigeria ini saya akhiri disini dulu, insya allah pada bagian ke 3 atau bagian terakhir, saya akan berbagi cerita tentang masalah pekerjaan saya dan bagaimana orang2 Nigeria bekerja diproyek ini termasuk situasi keamanan diwilayah Bonny Island dan sekitarnya yang semakin hari semakin rawan terutama dengan maraknya kasus2 penculikan terhadap tenaga expat.
Bagi anda yang ingin mengetahui cerita Perjalanan ke Nigeria bagian 1 silahkan klik disini.
Monday, October 22, 2007
Sunday, October 21, 2007
Halal bi Halal TDA Joglo dan Senity Semarang
TitO' Semarang said:Sungguh berbahagia hari ini gelaran acara Halal BiHalal dan Silaturahmi dengan tema "Bisnis Berbasis Komunitas" bisa terselenggara di Semarang tgl 20 Oktober 2007 Sabtu hari ini, rampung dengan sukses.
Dahsyat serta Meriah !
Sesuai judul email dari Pak Wuryanano SELALU HIDUP DALAM KEBAHAGIAAN....
Saya ingin menyebarkan berita bahagia ini agar bisa memberi pengaruh positif pada hidup kita.
Sesuai judul email dari Pak Wuryanano SELALU HIDUP DALAM KEBAHAGIAAN....
Saya ingin menyebarkan berita bahagia ini agar bisa memberi pengaruh positif pada hidup kita.
Tak lupa saya sebagai koordinator acara, tak terkecuali juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada teman teman yang berkenan hadir. Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan kemeriahan acara, ketidak-hadiran teman-teman yang lain semoga memberikan trigger positif maha dahsyat, agar mereka menjadi rindu untuk suatu saat nanti tidak melewatkan acara-acara lain yang sudah antri menunggu untuk diadakan dalam waktu dekat nanti.
Teman teman yang sudah bersusah payah hadir dari Solo, Jogja, Cilacap, Salatiga, Bogor, serta Jakarta, tak lupa juga sumbangsih tenaga teman teman di Semarang yang tak henti-hentinya menyemangati dan membantu kemeriahan acara ini. Salut atas semangat dan spirit rekan-rekan semua disini.
Tidak berlebihan kiranya apabila kita melihat kembali daftar hadir yang mencapai lebih dari 44 orang (tidak terhitung) yang belum menulis daftar hadir atau hadir lebih dari 1 orang. Salah satu diantaranya adalah Mas Basuki dari komunitas Senity Semarang. Seorang yang diberikan anugerah Allah Swt, ditakdirkan menjadi seorang penyandang Tunanetra!
Begitu bersemangatnya beliau untuk hadir di acara ini.
Begitu bersemangatnya beliau untuk hadir di acara ini.
LUAR BIASA. Dengan segala kelebihan sekaligus keterbatas visualisasi yang beliau miliki, beliau berkenan hadir diantar oleh istri dan putrinya.
Sepertinya dengan keadaan yang kita miliki hingga saatini, sungguh sayang kalau kita sampai memiliki semangat cepat menyerah, gelisah, merasa tidak beruntung, dan lain sebagainya!
Cobalah merenungi kembali keadaan kita saat ini. Sudah lebih tidak beruntungkah kita dibanding Mas Basuki ?!
Sepertinya dengan keadaan yang kita miliki hingga saatini, sungguh sayang kalau kita sampai memiliki semangat cepat menyerah, gelisah, merasa tidak beruntung, dan lain sebagainya!
Cobalah merenungi kembali keadaan kita saat ini. Sudah lebih tidak beruntungkah kita dibanding Mas Basuki ?!
Saya jadi malu sendiri kalau merasa jadi orang yangtidak beruntung..... (bener ya Guk Seta?!).
Lebih luar biasa lagi saat Mas Prie GS tampil dan membakar semangat berkolaborasi serta berkomunitas kita. Kalau dalam TDA - Film The Secret sudah jadi tontonan menghibur yang wajib serta banyak diantara kita menjadikannya sebagai point of no return melangkah kedepan, maka bagi Mas PRIE GS, The Secret sebenarnya sudah pernah ada dalam diri pribadi kita masing-masing, bagimana kita memancarkan resonansi yang sesuai dan cocok serta kita inginkan maka dari sanalah kita bisa meraih mimpi dan kesuksesan materiatau kebahagian duniawi.
Lebih luar biasa lagi saat Mas Prie GS tampil dan membakar semangat berkolaborasi serta berkomunitas kita. Kalau dalam TDA - Film The Secret sudah jadi tontonan menghibur yang wajib serta banyak diantara kita menjadikannya sebagai point of no return melangkah kedepan, maka bagi Mas PRIE GS, The Secret sebenarnya sudah pernah ada dalam diri pribadi kita masing-masing, bagimana kita memancarkan resonansi yang sesuai dan cocok serta kita inginkan maka dari sanalah kita bisa meraih mimpi dan kesuksesan materiatau kebahagian duniawi.
Hanya pada sementara orang, lebih banyak resonansi dan keinginan yang tidak sesuai serta kita inginkanlah yang sering terpancar. Maka itulah yang akan kita dapatkan.
Lebih tegas lagi Mas Prie GS juga menantang teman-teman TDA Joglo sekaligus DUTA TDA - Mas Adib - untuk duduk sejajar dan mulai lebih bersemangat menggelorakan semangat dan spirit TDA agar saatnya nanti TDA benar benar bisa sesuai dng resonansi mimpi-mimpi serta tujuan positif kedepan yang diharapkan bersama.
Lebih tegas lagi Mas Prie GS juga menantang teman-teman TDA Joglo sekaligus DUTA TDA - Mas Adib - untuk duduk sejajar dan mulai lebih bersemangat menggelorakan semangat dan spirit TDA agar saatnya nanti TDA benar benar bisa sesuai dng resonansi mimpi-mimpi serta tujuan positif kedepan yang diharapkan bersama.
Mas ILik Sas dari Senity juga menuturkan dari sebuah nukilan hadist bahwa Kalau kita mencari jalan maka dari sanalah kita menemukan jalan kita. Kalau saat ini kita sedang mencari jalan kebahagiaan, kebaikan dan berkah serta rahmat untuk sesama, maka dari sanalah kita suatu saat mendapatkan jalan rahmat, berkah serta bermaaf bagi sesama.
Monggo ditindak lanjuti lagi kegiatan ini dengan kegiatan serta network silahturahmi yang lain sehingga kegiatan yang sudah terlaksana hari ini tidak sia-sia sampai acara ini selesai.
Semoga hari ini 20 Oktober 2007, menjadi hari luar biasa bagi rekan rekan semua.
Bangkit ! Berjaya dan Menebar Rahmat bagi Sesama.
Semoga hari ini 20 Oktober 2007, menjadi hari luar biasa bagi rekan rekan semua.
Bangkit ! Berjaya dan Menebar Rahmat bagi Sesama.
Terima kasih.
Host acara "20 Oktober 2007"
Halal bi Halal / Silaturahmi TDA Joglosemar & Senity
Halal bi Halal / Silaturahmi TDA Joglosemar & Senity
TitO' Semarang
JURAGAN SUSU KEDELAI BUBUK Instant Powder
SOY BEAN MILK T&T 69
http://tetitito.multiply.com/
0811 275 270, 024 70262521, 0888 3909 206
JURAGAN SUSU KEDELAI BUBUK Instant Powder
SOY BEAN MILK T&T 69
http://tetitito.multiply.com/
0811 275 270, 024 70262521, 0888 3909 206
Labels:
Komunitas TDA
Friday, October 19, 2007
Sedulur Lanang
Tanpa terasa tahun ini adalah ke-enam kalinya saya harus dan terpaksa berlebaran tanpa didampingi oleh keluarga, atau tepatnya saya malah sama sekali tidak merayakan Lebaran sebagaimana di Indonesia! Yah, ini semua dikarenakan tempat tugas saya yang sangat jauh dan kebetulan jatah cutinya tidak jatuh pada hari2 sekitar Lebaran.
Terus terang ada kerinduan yang sangat mendalam dengan suasana Lebaran di Indonesia seperti tradisi mudik, berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan khas ketupat plus opor ayam, saling berkunjung dan bersilaturahmi dengan sanak famili, betemu dengan teman2 lama dan bernostalgia dan mungkin jalan2 bersama keluarga ketempat tertentu sekedar refreshing dan ganti suasana dari kegiatan kerja rutin sehari-hari.
Tapi alhamdulillah meskipun tidak bisa menikmati semua tadi, saya justru menemukan kebahagiaan tersendiri!Sekitar dua minggu sebelum Lebaran saya berkenalan melalui dunia maya dengan salah satu "tokoh" TDA-Joglo yang kiprahnya sudah cukup terkenal, beliau ini adalah Pak Bambang Triwoko yang masih keluarga besar dari presiden S. Bambang Yudhoyono (maksudnya rakyatnya gitu), orangnya ganteng gak kalah sama Bambang Hermanto yang bintang film tahun 70an itu, dan beliau ini tidak lain adalah juga masih sodaranya mas Bambang Gentholet! (Eiiitt... ojo nesu lho pak, guyon doang...), pokoknya masih keturunan dinasti Bambang begitulah hehehe...
Nah kalo anda baca gaya tulisan diatas sudah bisa dibayangkan betapa akrabnya antara pak Bams -begitulah sapaan akrabnya- dengan saya, padahal kenalnya belum juga sebulan, apa nggak ngacir, eh apa nggak hebat!
Selingan:
Saya jadi inget cuplikan dialog almarhum pelawak terkenal dari Jogya, Pak Basiyo yang dalam ceritanya ketemu juragan kaya yang sombongnya minta ampun.
Lantas pak Basiyo-pun nggak mau kalah gertak, maka dia bilang begini : "Eloh, kalo sampean cuman juragan saja saya ndak takut, sampean tahu Sri Sultan kan?" tanyanya sambil membusungkan dada.
"Sri Sultan...??? Eh... memangnya sampean ini apanya Sri Sultan?" tanya balik si Juragan.
"Nah... makanya jadi orang jangan sombong dulu..."
"Eh... lhoh... maaf kisanak, lha panjenengan ini apa masih kerabat Sri Sultan?"
"Nah baru jadi juragan aja sudah belagu..."
"Eh.. oh.. mohon maaf Den saya tidak tahu sebelumnya..."
"Nih kalo mau tau... saya ini adalah rakyatnya...!" Kata pak Basiyo mantap!
Heheheh... gak nyambung ya?
Kami saling curhat sampe ke hal2 yang sekecil2nya persis kayak temen akrab dari kecil yang sudah lama nggak pernah ketemu. Pokoknya diantara kami sudah seperti sodara kandung, sedulur lanang, akrab, terbuka, tanpa tedeng aling2, blak-blakan ato bahasa inggrisnya bloko suto, termasuk pernah punya pengalaman yang sama diwaktu kecil yaitu nyolong pelem tetangga (hahaha... sorry boss tak buka disini...!).
Dan yang sangat menggembirakan adalah sharingnya tentang perjalanan karir dan pengalamannya mulai beliau masih TDB sampe menjadi seorang entrepreneur yang handal.Tentu saja dalam hal ini sayalah yang sangat diuntungkan, wong sampai saat ini saya masih TDB dan baru punya rencana untuk belajar menuju TDA, sehingga banyak sekali manfaat dan hal2 positif yang saya petik dari sana, apalagi latar belakang pendidikan kami juga sama, cuman yang membedakan adalah, kalo pak Bams sudah lama "mentas" jadi TDA sedangkan saya sudah setua ini masih setia menyandang gelar TDB!
Yang pasti saya bersyukur dan berterima kasih bisa kenal pribadi seperti pak Bams yang begitu tulus dan ikhlas telah banyak memberikan pencerahan kepada saya. Bener2 sedulur lanang!Pak Bams, doakan semoga saya bisa segera mengikuti jejak anda.
Terus terang ada kerinduan yang sangat mendalam dengan suasana Lebaran di Indonesia seperti tradisi mudik, berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan khas ketupat plus opor ayam, saling berkunjung dan bersilaturahmi dengan sanak famili, betemu dengan teman2 lama dan bernostalgia dan mungkin jalan2 bersama keluarga ketempat tertentu sekedar refreshing dan ganti suasana dari kegiatan kerja rutin sehari-hari.
Tapi alhamdulillah meskipun tidak bisa menikmati semua tadi, saya justru menemukan kebahagiaan tersendiri!Sekitar dua minggu sebelum Lebaran saya berkenalan melalui dunia maya dengan salah satu "tokoh" TDA-Joglo yang kiprahnya sudah cukup terkenal, beliau ini adalah Pak Bambang Triwoko yang masih keluarga besar dari presiden S. Bambang Yudhoyono (maksudnya rakyatnya gitu), orangnya ganteng gak kalah sama Bambang Hermanto yang bintang film tahun 70an itu, dan beliau ini tidak lain adalah juga masih sodaranya mas Bambang Gentholet! (Eiiitt... ojo nesu lho pak, guyon doang...), pokoknya masih keturunan dinasti Bambang begitulah hehehe...
Nah kalo anda baca gaya tulisan diatas sudah bisa dibayangkan betapa akrabnya antara pak Bams -begitulah sapaan akrabnya- dengan saya, padahal kenalnya belum juga sebulan, apa nggak ngacir, eh apa nggak hebat!
Selingan:
Saya jadi inget cuplikan dialog almarhum pelawak terkenal dari Jogya, Pak Basiyo yang dalam ceritanya ketemu juragan kaya yang sombongnya minta ampun.
Lantas pak Basiyo-pun nggak mau kalah gertak, maka dia bilang begini : "Eloh, kalo sampean cuman juragan saja saya ndak takut, sampean tahu Sri Sultan kan?" tanyanya sambil membusungkan dada.
"Sri Sultan...??? Eh... memangnya sampean ini apanya Sri Sultan?" tanya balik si Juragan.
"Nah... makanya jadi orang jangan sombong dulu..."
"Eh... lhoh... maaf kisanak, lha panjenengan ini apa masih kerabat Sri Sultan?"
"Nah baru jadi juragan aja sudah belagu..."
"Eh.. oh.. mohon maaf Den saya tidak tahu sebelumnya..."
"Nih kalo mau tau... saya ini adalah rakyatnya...!" Kata pak Basiyo mantap!
Heheheh... gak nyambung ya?
Kami saling curhat sampe ke hal2 yang sekecil2nya persis kayak temen akrab dari kecil yang sudah lama nggak pernah ketemu. Pokoknya diantara kami sudah seperti sodara kandung, sedulur lanang, akrab, terbuka, tanpa tedeng aling2, blak-blakan ato bahasa inggrisnya bloko suto, termasuk pernah punya pengalaman yang sama diwaktu kecil yaitu nyolong pelem tetangga (hahaha... sorry boss tak buka disini...!).
Dan yang sangat menggembirakan adalah sharingnya tentang perjalanan karir dan pengalamannya mulai beliau masih TDB sampe menjadi seorang entrepreneur yang handal.Tentu saja dalam hal ini sayalah yang sangat diuntungkan, wong sampai saat ini saya masih TDB dan baru punya rencana untuk belajar menuju TDA, sehingga banyak sekali manfaat dan hal2 positif yang saya petik dari sana, apalagi latar belakang pendidikan kami juga sama, cuman yang membedakan adalah, kalo pak Bams sudah lama "mentas" jadi TDA sedangkan saya sudah setua ini masih setia menyandang gelar TDB!
Yang pasti saya bersyukur dan berterima kasih bisa kenal pribadi seperti pak Bams yang begitu tulus dan ikhlas telah banyak memberikan pencerahan kepada saya. Bener2 sedulur lanang!Pak Bams, doakan semoga saya bisa segera mengikuti jejak anda.
Labels:
Komunitas TDA
Friday, October 12, 2007
Monday, October 8, 2007
Perjalanan Ke Nigeria (Bag.1)
Ketika tahun 2002 harus memutuskan untuk berangkat ke Nigeria, rasanya seperti mimpi. Bagaimana tidak, selama ini merantau paling jauh cuma sampai ke daerah Aceh! Lha ini ke Nigeria! Padahal yang saya tahu setiap menyebut Nigeria konotasinya sering terkait dengan hal yang negatif, dan memang sering kita liat di tv banyak warga Nigeria di Indonesia - di Jakarta khususnya - yang tewas di-dor oleh aparat karena berbagai kasus kriminal. Dan saya harus memilih pergi ke Nigeria!
Tapi karena waktu itu pilihan terbaik cuma kesana ya akhirnya saya berangkat juga, apaboleh buat.
Singkat cerita, tanggal 20 Mei 2002 malam dengan menumpang Lufthansa saya berangkat dari Cengkareng menuju Jerman, transit di Singapore sekitar 1 jam trus bablas ke Frankfurt. Tiba di Jerman sekitar jam 5 pagi waktu setempat, penerbangan berikutnya yang menuju ke Lagos (Nigeria) adalah jam 10:30 berarti harus menunggu di airport sekitar 5,5 jam.

Perjalanan dari Frankfurt ke Lagos ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam dan tiba di Lagos sekitar jam 15:30 waktu setempat, nah tibalah sudah di Nigeria walaupun belum nyampai ke tujuan akhir...
Mulailah saya berkenalan dengan suasana negara penghasil minyak & gas terbesar di Afrika itu.
Sambutan pertama adalah situasi bandara yang semrawut, udara panas karena di area kedatangan nggak ada AC, orang2 hilir mudik nggak jelas alurnya. Pas ngantri ditempat imigrasi petugasnya mencoba untuk mintain duit. Nungguin keluarnya bagasi harus tahan berdiri berjam-jam, giliran mau keluar dari arrival area lagi2 masih ditodong dimintain duit secara terang2an oleh petugas, pas berjalan menuju ketempat parkir dikerubutin anak2 yang minta2, fuih... bandara internasional kok berkeliaran pengemis!
Rupanya untuk bisa ketempat proyek dimana saya akan dipekerjakan masih harus ditempuh lagi dengan pesawat domestic, tapi karena waktunya sudah sore dan penerbangan ke kota berikutnya sudah fully book akhirnya saya harus menginap disalah satu hotel deket airport di Lagos. Bilangnya sih hotel bintang empat, tapi dibandingkan dengan hotel bintang tiga di Indonesia masih kalah jauh!

Keesokan harinya setelah sarapan yang nggak jelas menunya saya meninggalkan hotel menuju bandara domestic untuk meneruskan perjalanan ke kota berikutnya yaitu Port Harcourt. Alamak, saya makin surprise dengan kondisi bandara domestic disini, tentu saja lebih parah dari bandara internasional kemarin. Ini bener2 kayak pasar kaget! Loket2 penjualan ticketnya masih pakai jeruji2 dari kayu (seperti kandang kambing), tentu saja udaranya panas karena disamping nggak pake AC, itu loh, atapnya rendah banget, dibandingin sama terminal bis Lebak Bulus aja kalah jauh, mantap kan! Semrawutnya nggak usah diceritain deh, udah bisa kebayang sendirilah.
Penerbangan dari Lagos ke Port Harcourt ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam, dan ini dia, keliatannya pilotnya nih orang lokal (Nigerian). Kalo kita naek pesawat dimanapun, sebelum pesawat take-off, biasanya pas jalan dari apron menuju runaway kan berhenti beberapa saat sampai posisi pesawatnya lurus sempurna kemudian baru tancap gas trus take-off, tapi si Bedul pilot ini enggak, jadi pas posisi pesawat membelok kearah run-away sipilot ini sudah langsung tancap gas dan take-off, jadi agak ngepot gitu, hebat kan ada pesawat ngepot kayak bajaj! Saya jadi membatin, jangan2 ini pilotnya cuman ngantongin SIM angkot!

Alhamdulillah setelah terbang sekitar satu jam dan meskipun sepanjang perjalanan jantung saya empot-empotan plus nggak berhenti berdoa (kebetulan pas cuaca buruk pula), akhirnya pesawat landing dengan selamat di Port Harcourt meski landingnya juga glayaran (kayak orang mabok).
Wah... udah nyampai nih pikir saya. Eh rupanya belum sodara2! Ternyata tujuan akhir saya adalah di Bonny Island, sebuah pulo kecil yang masih harus ditempuh lagi pake speed boat selama lebih kurang 1 jam dari Port Harcourt, alamak! Ampun deh, rasanya seperti mau nangis waktu itu, mau nyari sesuap nasi aja kok begitu susahnya, harus menempuh perjalanan lebih dari 10.000 km dengan gonta-ganti kendaraan!
Lanjut...
Nah... setelah ajlug-ajlugan selama lebih kurang satu jam dilaut akhirnya sekitar jam dua siang tibalah di lokasi proyek Bonny Island. Bus jemputan telah menunggu, kami dibawa menuju camp yang berlokasi disekitar proyek. Sepanjang perjalanan baru terlihat suasana yang berbeda, wilayah proyek disini sangat luas, besar, juga keliatan bersih, tertata rapi dan sangat teratur. Bangunan train 1 & 2 berdiri dengan megahnya, sementara disebelahnya (train 3) terlihat aktifitas yang sangat sibuk. Berbagai jenis kendaraan proyek yang aneh-aneh bentuknya dan alat berat berkeliaran dimana-mana, termasuk berbagai crane berkapasitas dari 10 sampai 60 ton bertebaran dimana-mana sehingga wilayah itu terlihat seperti hutan baja.
Rupanya NLNG ini merupakan proyek multinasional dimana main contractor nya adalah gabungan dari 4 perusahaan besar kelas dunia, yaitu TSKJ (Technip, Snamprogetti, Kellog, and JGC), sedangkan sub-contractornya terdiri dari belasan perusahaan yang berasal dari berbagai negara khususnya dari daratan Eropa, Jepang dan Korea.
Menurut keterangan pekerja yang terlibat didalam proyek ini terdiri tidak kurang dari 35 macam kebangsaan. Pantas.
Nah, untuk bagian pertama cerita ini saya akhiri disini dulu, insya allah dilain kesempatan akan saya sambung lagi dengan kisah yang lebih seru dan menegangkan (emangnya 007!).
Perjalanan Ke Nigeria (Bag.2)

Tapi karena waktu itu pilihan terbaik cuma kesana ya akhirnya saya berangkat juga, apaboleh buat.
Singkat cerita, tanggal 20 Mei 2002 malam dengan menumpang Lufthansa saya berangkat dari Cengkareng menuju Jerman, transit di Singapore sekitar 1 jam trus bablas ke Frankfurt. Tiba di Jerman sekitar jam 5 pagi waktu setempat, penerbangan berikutnya yang menuju ke Lagos (Nigeria) adalah jam 10:30 berarti harus menunggu di airport sekitar 5,5 jam.

Perjalanan dari Frankfurt ke Lagos ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam dan tiba di Lagos sekitar jam 15:30 waktu setempat, nah tibalah sudah di Nigeria walaupun belum nyampai ke tujuan akhir...
Mulailah saya berkenalan dengan suasana negara penghasil minyak & gas terbesar di Afrika itu.
Sambutan pertama adalah situasi bandara yang semrawut, udara panas karena di area kedatangan nggak ada AC, orang2 hilir mudik nggak jelas alurnya. Pas ngantri ditempat imigrasi petugasnya mencoba untuk mintain duit. Nungguin keluarnya bagasi harus tahan berdiri berjam-jam, giliran mau keluar dari arrival area lagi2 masih ditodong dimintain duit secara terang2an oleh petugas, pas berjalan menuju ketempat parkir dikerubutin anak2 yang minta2, fuih... bandara internasional kok berkeliaran pengemis!
Rupanya untuk bisa ketempat proyek dimana saya akan dipekerjakan masih harus ditempuh lagi dengan pesawat domestic, tapi karena waktunya sudah sore dan penerbangan ke kota berikutnya sudah fully book akhirnya saya harus menginap disalah satu hotel deket airport di Lagos. Bilangnya sih hotel bintang empat, tapi dibandingkan dengan hotel bintang tiga di Indonesia masih kalah jauh!

Keesokan harinya setelah sarapan yang nggak jelas menunya saya meninggalkan hotel menuju bandara domestic untuk meneruskan perjalanan ke kota berikutnya yaitu Port Harcourt. Alamak, saya makin surprise dengan kondisi bandara domestic disini, tentu saja lebih parah dari bandara internasional kemarin. Ini bener2 kayak pasar kaget! Loket2 penjualan ticketnya masih pakai jeruji2 dari kayu (seperti kandang kambing), tentu saja udaranya panas karena disamping nggak pake AC, itu loh, atapnya rendah banget, dibandingin sama terminal bis Lebak Bulus aja kalah jauh, mantap kan! Semrawutnya nggak usah diceritain deh, udah bisa kebayang sendirilah.
Penerbangan dari Lagos ke Port Harcourt ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam, dan ini dia, keliatannya pilotnya nih orang lokal (Nigerian). Kalo kita naek pesawat dimanapun, sebelum pesawat take-off, biasanya pas jalan dari apron menuju runaway kan berhenti beberapa saat sampai posisi pesawatnya lurus sempurna kemudian baru tancap gas trus take-off, tapi si Bedul pilot ini enggak, jadi pas posisi pesawat membelok kearah run-away sipilot ini sudah langsung tancap gas dan take-off, jadi agak ngepot gitu, hebat kan ada pesawat ngepot kayak bajaj! Saya jadi membatin, jangan2 ini pilotnya cuman ngantongin SIM angkot!

Alhamdulillah setelah terbang sekitar satu jam dan meskipun sepanjang perjalanan jantung saya empot-empotan plus nggak berhenti berdoa (kebetulan pas cuaca buruk pula), akhirnya pesawat landing dengan selamat di Port Harcourt meski landingnya juga glayaran (kayak orang mabok).
Wah... udah nyampai nih pikir saya. Eh rupanya belum sodara2! Ternyata tujuan akhir saya adalah di Bonny Island, sebuah pulo kecil yang masih harus ditempuh lagi pake speed boat selama lebih kurang 1 jam dari Port Harcourt, alamak! Ampun deh, rasanya seperti mau nangis waktu itu, mau nyari sesuap nasi aja kok begitu susahnya, harus menempuh perjalanan lebih dari 10.000 km dengan gonta-ganti kendaraan!
Lanjut...
Dari bandara Port Harcourt saya dibawa naik minibus ke "Tourist Beach" dimana speed boat telah menunggu. Wah asik nih pikir saya, mampir 'tourist beach', pasti indah, setidaknya kayak pantai Pangandaran atau mungkin malah kayak pantai Kuta, syukur2 ketemu bule sexy lagi bejemur, lumayan sehabis penat puluhan jam duduk dipesawat, cuci mata. Tapi sodara2, ternyata yang disebut tourist beach ini nggak taunya cuman pelabuhan kecil yang kalo dikita sama dengan pangkalan kecil perahu nelayan di Indramayu atau pangkalan nelayan kecil di Muara Angke, nggak ada-apanya, boro-boro bule berjemur, nenek-nenek jemur kain juga kagak ada, gitu kok dibilang tourist beach!

Nah... setelah ajlug-ajlugan selama lebih kurang satu jam dilaut akhirnya sekitar jam dua siang tibalah di lokasi proyek Bonny Island. Bus jemputan telah menunggu, kami dibawa menuju camp yang berlokasi disekitar proyek. Sepanjang perjalanan baru terlihat suasana yang berbeda, wilayah proyek disini sangat luas, besar, juga keliatan bersih, tertata rapi dan sangat teratur. Bangunan train 1 & 2 berdiri dengan megahnya, sementara disebelahnya (train 3) terlihat aktifitas yang sangat sibuk. Berbagai jenis kendaraan proyek yang aneh-aneh bentuknya dan alat berat berkeliaran dimana-mana, termasuk berbagai crane berkapasitas dari 10 sampai 60 ton bertebaran dimana-mana sehingga wilayah itu terlihat seperti hutan baja.
Menurut keterangan pekerja yang terlibat didalam proyek ini terdiri tidak kurang dari 35 macam kebangsaan. Pantas.
Nah, untuk bagian pertama cerita ini saya akhiri disini dulu, insya allah dilain kesempatan akan saya sambung lagi dengan kisah yang lebih seru dan menegangkan (emangnya 007!).
Perjalanan Ke Nigeria (Bag.2)
Friday, October 5, 2007
Wuryanano Raden wrote:Dear my Friends,
Untuk meraih sukses, harus dimulai dengan sebuah keinginan atau visi terlebih dulu. Kemudian dari visi tersebut harus Anda jabarkan atau wujudkan ke dalam suatu bentuk sasaran-sasaran yang cocok dengan potensi diri Anda. Dan, selanjutnya Anda harus segera melakukan tindakan sesuai dengan sasaran-sasaran yang sudah Anda tulis tersebut. Dalam melakukan aksi atau tindakan inilah dibutuhkan ketekunan Anda; agar Anda jangan mudah untuk menyerah jika menemui hambatan di tengah perjalanan sukses Anda.
Ketekunan Anda dalam menapaki peta sasaran menuju sukses tersebut, tidak bisa terlepas dari "rasa percaya diri" Anda. Percaya kepada diri sendiri ini sangat erat hubungannya dengan sifat tekun seseorang. Jika seseorang semakin percaya kepada dirinya sendiri, maka orang tersebut bisa bertindak dengan semakin tekun. Demikian juga jika seseorang kelihatan tetap tekun dalam tindakan meraih keinginannya, bisa diartikan bahwa orang itu sangat percaya pada dirinya sendiri.
Ketekunan dan kepercayaan diri adalah dua hal yang selalu terkait; tidak mungkin dipisahkan, saling mempengaruhi satu dengan lainnya... seperti dua sahabat karib. Jika Anda dalam usaha untuk mencapai kesuksesan menemui hambatan, bahkan hambatan tersebut menyebabkan Anda gagal atau merasa gagal; kemudian Anda menyerah dan merasa bahwa Anda tidak mungkin berhasil dalam usaha itu. Anda tidak mau mencobanya lagi; itu menunjukkan bahwa Anda sebenarnya tidak percaya pada kemampuan diri Anda sendiri. Anda menganggap lemah diri sendiri, meremehkan diri sendiri... itu jelas menunjukkan bahwa Anda sebenarnya tidak percaya pada diri sendiri.
Sebaliknya, dalam usaha Anda meraih sukses ini banyak menemui kendala yang menghambat jalan, bahkan menggagalkan Anda, membuat Anda jatuh; tetapi Anda tidak peduli dengan semua kegagalan dan hambatan itu; Anda terus tetap dengan semangat baja bangkit dan berjalan dengan langkah pasti menapaki jalan sukses Anda sesuai dengan peta sasaran Anda sendiri, Anda tetap berusaha untuk mencapai garis finisnya - inilah sesungguhnya hasil dari "rasa percaya diri" Anda. Sasaran-sasaran sukses Anda sebaiknya memang dipecah menjadi bagian-bagian lebih kecil, sehingga Anda tidak merasa berat untuk menindak lanjuti dengan aksi.
Sasaran kecil dan mudah Anda capai akan memberikan suatu kepuasan batin atas keberhasilan Anda meraihnya. Keberhasilan-keberhasilan kecil yang sering Anda dapatkan, akan semakin meningkatkan "rasa percaya diri" Anda; bahwa Anda sanggup meraih impian-impian atau visi Anda. Semakin banyak keberhasilan kecil yang Anda peroleh; semakin banyak pula "berkumpul" rasa percaya diri Anda, dan akan semakin menguatkan citra diri sukses Anda - ini hal yang sangat penting; sebelum Anda menjajaki sasaran-sasaran yang lebih besar nantinya.
Rasa percaya diri Anda akan meningkatkan ketekunan Anda. Karena jika Anda percaya sepenuhnya kepada diri Anda, kepada pemikiran Anda; bahwa apa yang Anda lakukan adalah hal yang memang sepatutnya untuk dilakukan demi kebaikan diri Anda; maka secara otomatis "sifat tekun" akan semakin menguat di dalam diri Anda; kemudian Anda bisa tetap melakukan perjalanan menuju sukses Anda dengan semangat ketekunan yang luar biasa... ini akan mengantarkan Anda menuju sukses yang sebenarnya.
Oleh sebab itu, terus "pupuklah" dan "kumpulkan" rasa percaya diri Anda; karena hal itu akan menarik "sifat tekun" dari dalam diri Anda untuk saling bekerja sama demi meraih sukses Anda.Pokok terpenting di sini adalah: Anda harus mengembangkan rasa percaya diri, dan sepenuhnya mempercayai diri sendiri; ini akan meningkatkan sifat tekun di dalam diri Anda, yang sangat berguna untuk mencegah Anda agar tidak terlalu cepat berhenti dan menyerah dalam tindakan menuju sukses itu.
Ingat! Mempercayai diri sendiri tidak sama dengan mengharapkan sesuatu untuk diri sendiri. Sama sekali berbeda. Mengharapkan sesuatu untuk diri sendiri punya kecenderungan sangat negatif, itu memberikan makna tidak ada kemauan dan keyakinan untuk memperoleh sesuatu dengan kemampuan pribadi.
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano http://wuryanano.com/
WURYANANO --- MOTIVATIONAL BLOG
Labels:
Komunitas TDA
Subscribe to:
Posts (Atom)
