Friday, October 19, 2007

Sedulur Lanang

Tanpa terasa tahun ini adalah ke-enam kalinya saya harus dan terpaksa berlebaran tanpa didampingi oleh keluarga, atau tepatnya saya malah sama sekali tidak merayakan Lebaran sebagaimana di Indonesia! Yah, ini semua dikarenakan tempat tugas saya yang sangat jauh dan kebetulan jatah cutinya tidak jatuh pada hari2 sekitar Lebaran.

Terus terang ada kerinduan yang sangat mendalam dengan suasana Lebaran di Indonesia seperti tradisi mudik, berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan khas ketupat plus opor ayam, saling berkunjung dan bersilaturahmi dengan sanak famili, betemu dengan teman2 lama dan bernostalgia dan mungkin jalan2 bersama keluarga ketempat tertentu sekedar refreshing dan ganti suasana dari kegiatan kerja rutin sehari-hari.

Tapi alhamdulillah meskipun tidak bisa menikmati semua tadi, saya justru menemukan kebahagiaan tersendiri!Sekitar dua minggu sebelum Lebaran saya berkenalan melalui dunia maya dengan salah satu "tokoh" TDA-Joglo yang kiprahnya sudah cukup terkenal, beliau ini adalah Pak Bambang Triwoko yang masih keluarga besar dari presiden S. Bambang Yudhoyono (maksudnya rakyatnya gitu), orangnya ganteng gak kalah sama Bambang Hermanto yang bintang film tahun 70an itu, dan beliau ini tidak lain adalah juga masih sodaranya mas Bambang Gentholet! (Eiiitt... ojo nesu lho pak, guyon doang...), pokoknya masih keturunan dinasti Bambang begitulah hehehe...

Nah kalo anda baca gaya tulisan diatas sudah bisa dibayangkan betapa akrabnya antara pak Bams -begitulah sapaan akrabnya- dengan saya, padahal kenalnya belum juga sebulan, apa nggak ngacir, eh apa nggak hebat!

Selingan:
Saya jadi inget cuplikan dialog almarhum pelawak terkenal dari Jogya, Pak Basiyo yang dalam ceritanya ketemu juragan kaya yang sombongnya minta ampun.
Lantas pak Basiyo-pun nggak mau kalah gertak, maka dia bilang begini : "Eloh, kalo sampean cuman juragan saja saya ndak takut, sampean tahu Sri Sultan kan?" tanyanya sambil membusungkan dada.
"Sri Sultan...??? Eh... memangnya sampean ini apanya Sri Sultan?" tanya balik si Juragan.
"Nah... makanya jadi orang jangan sombong dulu..."
"Eh... lhoh... maaf kisanak, lha panjenengan ini apa masih kerabat Sri Sultan?"
"Nah baru jadi juragan aja sudah belagu..."
"Eh.. oh.. mohon maaf Den saya tidak tahu sebelumnya..."
"Nih kalo mau tau... saya ini adalah rakyatnya...!" Kata pak Basiyo mantap!
Heheheh... gak nyambung ya?

Kami saling curhat sampe ke hal2 yang sekecil2nya persis kayak temen akrab dari kecil yang sudah lama nggak pernah ketemu. Pokoknya diantara kami sudah seperti sodara kandung, sedulur lanang, akrab, terbuka, tanpa tedeng aling2, blak-blakan ato bahasa inggrisnya bloko suto, termasuk pernah punya pengalaman yang sama diwaktu kecil yaitu nyolong pelem tetangga (hahaha... sorry boss tak buka disini...!).

Dan yang sangat menggembirakan adalah sharingnya tentang perjalanan karir dan pengalamannya mulai beliau masih TDB sampe menjadi seorang entrepreneur yang handal.Tentu saja dalam hal ini sayalah yang sangat diuntungkan, wong sampai saat ini saya masih TDB dan baru punya rencana untuk belajar menuju TDA, sehingga banyak sekali manfaat dan hal2 positif yang saya petik dari sana, apalagi latar belakang pendidikan kami juga sama, cuman yang membedakan adalah, kalo pak Bams sudah lama "mentas" jadi TDA sedangkan saya sudah setua ini masih setia menyandang gelar TDB!

Yang pasti saya bersyukur dan berterima kasih bisa kenal pribadi seperti pak Bams yang begitu tulus dan ikhlas telah banyak memberikan pencerahan kepada saya. Bener2 sedulur lanang!Pak Bams, doakan semoga saya bisa segera mengikuti jejak anda.